Apakah kita pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri ketika merasa sangat takut terhadap sesuatu? Apa yang terjadi pada saat itu? Mengapa ada orang yang mengalami ketakutan yang luar biasa pada sesuatu hal, padahal orang lain tidak?. Apa yang sebenarnya terjadi? Itu yang kita kenal dengan sebutan “Fobia”.
Fobia atau istilah populernya Trauma adalah rasa takut yang sangat luar biasa terhadap sesuatu hal. Rasa takut yang menjalar ini sudah berada diluar kewajaran, dalam artian suatu ketakutan yang akut, tidak normal dan tidak rasional.
Gejala khas dari fobia antara lain kepala pusing, jantung berdebar, dan perasaan terteror. Saat stimulusnya muncul kadang-kadang, meski hanya dalam bentuk pikiran, si penderita fobia meresponsnya secara otomatis dengan reaksi fisik kuat.
Fobia dan trauma ternyata bisa disembuhkan dan tanpa obat-obatan. Cukup dengan terapi Neuro – linguistic programming (NLP), yaitu sebuah pendekatan komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an.
Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses neurologi ("neuro"), bahasa ("linguistic") dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman ("programming") dan dapat diubah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan.
Menurut penciptanya, ketrampilan seseorang dapat "dimodel" menggunakan metodologi NLP dan dapat dimiliki oleh siapa saja. Mereka mengklaim bahwa NLP dapat mengobati masalah seperti fobia, depresi, gangguan kebiasaan, penyakit psikosomatik, miopi,alergi, flu dan gangguan belajar, seringkali hanya dalam satu sesi terapi.
Untuk mengupas lebih dalam mengenai penerapan NLP, Rumah Sakit Jiwa dr. Amino Gondohutomo mengadakan kegiatan WORKSHOP NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING : PENERAPAN NLP PADA PENANGANAN PASIEN FOBIA DAN TRAUMA.
Untuk semntara acara ini difokuskan bagi psikolog dan mahasiswa psikologi. Animo mereka sangat tinggi, terbukti dari 56 quota yg tersedia, habis jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Acara yang terlaksana pada hari senin, 5 Agustus 2019 di ruang Borobudur RSJD dr. Amino Gondohutomo diikuti oleh 56 peserta yang terdiri dari psikolog dan mahasiswa psikologi di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Plt Direktur, dr. Erlina Rumanti M.Kes. yang membuka acara ini mengatakan dengan NLP ini kita diajak berfikir positif dan bahagia. Pikiran kita harus diprogram bahagia karena ketika kita senang atau bahagia maka kekebalan tubuhnya baik sehingga tak mudah sakit.
Workshop yang berlangsung sampai sore hari ini amat menarik. Antusiasme peserta tinggi, biar berlangsung seharian peserta tetap semangat dan bugar karena diselingi pula drngan senam meraih bintang. Praktek dilakukan antar 2 orang, satu orang melakukan NLP terhadap satu orang lainnya.
Tahapan terapi NLP ini adalah pasien diminta bercerita saat dia mengalami sendiri masalah yang mengganggunya. Psikolog merangsang / menstimulus untuk membangkitkan tanggapan pasien melalui panca indera. Kemudian mensejajarkan pengalaman negatif dengan sumber daya positif yang dapat menghilangkan penderitaan sampai mendapatkan sikap rileks dari pasien selama beberapa menit. Begitu diulangi kembali selama 3 kali. Pada dasarnya NLP ini bisa juga dilakukan oleh masyarakat awam untuk memberikan terapi buat keluarga dan sekitarnya yang mengalami trauma dan fobia.
Acara ditutup oleh ketua panitia, Dra. Sri Mulyani, M.Kes. Dengan pelatihan NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING : PENERAPAN NLP PADA PENANGANAN PASIEN FOBIA DAN TRAUMA ini diharapkan peserta mampu menerapkannya di tempat mereka praktik, dan menyalurkan ilmunya ke orang yang membutuhkan.













