Bencana alam… Kejadian yang tidak diinginkan semua orang, tetapi harus diwaspadai dan ditangani. Kewaspadaan diperlukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karenanya diperlukan kesiapan penanganan darurat kebencanaan baik gempa bumi maupun kebakaran. Apabila hal tersebut mampu dipenuhi niscaya keselamatan dan kamanan secara menyeluruh dapat dikendalikan.
Kerugian materi jelas terlihat, disamping juga immateri. Beban fisik dan mental selalu menyertai orang yang terkena, juga keluarga dan masyarakat yang terlibat. Begitu lelahnya orang yang tertimpa bencana, saat evakuasi diri, keluarga, materi dan saat mencari tempat berlindung sementara. Hal itulah yang juga terbersit dalam benak peserta Bintek Evakuasi dan Pendirian Tenda Darurat kemarin, Kamis 28 November 2019. Bimbingan teknis yang mengambil nara sumber dan instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ini di laksanakan dalam dua bentuk yaitu teori dan praktik.
RSJD Dr. Amino Gondohutomo telah memilki program K-3 dan MFK, yang salah satu bidang tugasnya kesiapan bencana. Kesiapan bencana merupakan upaya preventif sekaligus penanganan saat bencana maupun pasca bencana baik gempa bumi maupun kebakaran. Program K-3 dan MFK secara umum telah dilaksanakan dan berjalan sesuai yang diharapkan, namun demikian tidak ada salahnya apabila Tim K-3 dan Pokja MFK melaksanakan kegiatan pelatihan evakuasi bencana serta pendiriaan tenda daurat. Hal ini penting dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pegawai dalam upaya melakukan penyelamatan pribadi maupun membantu evakuasi dari gedung bertingkat, juga kesiapan mendirikan tenda darurat apabila diperlukan. Hal inilah yang menjadikan pelatihan penanggulangan bencana dan kebakaran penting dan layak diselenggarakan setiap tahun.
Output dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan menjadi tahu, mengerti dan memahami evakuasi bencana dan mendirikan tenda darurat untuk selanjutnya siap dan sigap menangani apabila ada bencana datang. Sebagai outcomenya adalah SDM yang terlatih mampu menularkan pengetahuan kepada siapapun terkat pertolongan terhadap korban bencana di rumah sakit, disamping rumah sakit juga menjadi tanggap atas bencana dan penanggulangan darurat kebencanaan secara tuntas.


















