Bunuh Diri di Kalangan Remaja dan Pencegahannya

Bunuh diri…  Dua kata yang memberi kesan horor bagi yang membaca, bahkan tabu untuk mengucapkannya.  Pada kenyataannya, ternyata angka bunuh diri cukup tinggi. Menurut data WHO hampir 1.000.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri. Ini berarti kurang lebih setiap 40 detik jatuh korban bunuh diri. Di Indonesia angka bunuh diri mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Tentu jika tidak ada upaya bersama pencegahan bunuh diri, angka tersebut tumbuh dari tahun ke tahun. WHO meramalkan pada 2020 angka bunuh diri di Indonesia secara global menjadi 2,4 per 10.000 jiwa. 

Berdasarkan data WHO tahun 2015, kematian nomor dua tertinggi akibat bunuh diri adalah pada kelompok umur 15 –  29 tahun. Gangguan jiwa lazim terjadi pada remaja  dengan perilaku bunuh diri. Walaupun tidak semua tindakan bunuh diri disebabkan oleh gangguan jiwa, tetapi 80 – 90% remaja yang meninggal karena bunuh diri mempunyai psikopatologi signifikan seperti gangguan mood, gangguan cemas, problem perilaku dan penyalahgunaan Napza. Beberapa kecenderungan bunuh diri juga ditemukan saat mengadakan seminar atau konsultasi di sekolah selama ini.

Berangkat dari beberapa hal tersebut diatas,  RSJD Dr. Amino Gondohutomo mengadakan Seminar Kesehatan dengan tema "Pencegahan Bunuh Diri Pada Remaja". Acara ini menjadi rangkaian kegiatan memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2019 dengan tema dunia “Mental Heath Promotion and Suicide Prevention”.  Sebegitu pentingnya upaya pencegahan bunuh diri ini, bahkan  setiap tanggal 10 September diperingati sebagai Hari  Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. 

Acara seminar yang dilaksanakan pada hari selasa ( 15/10 ) ini diikuti oleh 95 peserta terdiri dari guru BK dan siswa-siswi dari 19 SMA/SMK di daerah Semarang Timur.  Acara dibuka oleh Kabid Pelayanan Medis, Supardi,  SKM, M.Kes dengan 2 nara sumber dr. Rihadini, SpKJ dan Monika Windriya S, M.Psi,Psi

Peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan dan tidak ada yang meninggalkan tempat sampai acara berakhir. Dengan kegiatan seminar ini diharapkan pengetahuan guru dan siswa tentang penyebab bunuh diri dan pencegahannya meningkat, bisa membantu Guru BK dalam menangani murid yang punya kecenderungan bunuh diri dan membentuk siswa/siswi yang hadir agar bisa menjadi konselor buat temannya sendiri,  karena kebanyakan remaja berkeluh kesah kepada temannya.  Pada akhirnya diharapkan siswa/siswi tersebut  menjadi remaja yang sehat jiwa dan peduli pada lingkungannya.

Bersamaan dengan acara ini, disampaikan pula promosi aplikasi Sidewa oleh Kepala Instalasi Humas,  Ririn Dwi Apsari,  SKM. Aplikasi ini membantu peserta pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk melakukan deteksi dini kesehatan jiwa lewat aplikasi Hp android dan melakuksn konsultasi kejiwaan secara praktis,  tanpa harus datang ke rumah sakit.