TETAP POSITIF MENJELANG MASA MENOPAUSE

TETAP POSITIF MENJELANG MASA MENOPAUSE

Menopause bagi kaum hawa menjadi hal yang terkadang menakutkan. Mereka khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan saat tiba masa menopause. Ketakutan dan kekhawatiran tersebut akhirnya membuat cemas hampir sebagaian besar wanita sehingga membuat mereka menjadi kurang bisa menikmati hidup dengan sukacita.

Menopause adalah suatu proses dalam siklus reproduksi alamiah yang dialami oleh setiap perempuan selain pubertas , kehamilan dan menstruasi. Dikatakan menopause bila tidak mengalami periode menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa disertai penyebab biologis atau fisiologis.

Ada 3 fase menopause yang perlu diketahui:

  1. Fase Pra-menopause

Fase ini terjadi berkisar usia 46-55 tahun, dimana ovarium tidak lagi memproduksi ovum (sel telur), sehingga produksi hormon estrogen dan progesteron akan mengalami penurunan yang ditandai dengan siklus menstruasi bulanan  mulai terganggu.

  1. Fase Menopause

Fase dimana sudah tidak lagi terjadi menstruasi sama sekali 12 bulan berturut-turut. Biasanya terjadi pada usia 49 – 55 tahun.

  1. Fase Pasca-menopause

Pada fase ini tubuh perempuan sudah beradaptasi terhadap perubahan hormon dan perubahan lainnnya. Terjadi rentang usia antara 55 tahun sampai dengan 65 tahun.

Lalu apa saja sih tanda-tanda wanita akan mengalami menopause? Dibawah ini ada beberapa tanda-tanda menopause yang bisa dikenali dengan mudah yaitu sbb:

  1. Perubahan siklus menstruasi
  • Terjadinya perubahan durasi (lamanya menstruasi) yaitu bisa lebih cepat atau lebih lambat dari durasi biasanya, misalnya bisa cuma 3 hari menstruasi atau malah kebalikannya lebih dari seminggu belum berhenti.
  • Adanya perubahan jeda (jarak waktu antara masa mentruasi sebelum dan sesudahnya). Misal biasanya jarak menstruasi 28 hari dengan menstruasi sebelumnya, maka menstruasi sesudahnya bisa lebih pendek (<28 hari) atau bahkan lebih panjang (> 28 hari).
  • Terjadinya perubahan volume perdarahan yaitu banyak sedikit nya darah yang keluar saat menstruasi. Bisa terjadi banyak atau sedikit volumenya.
  1. Penurunan gairah seksual

Akibat hormon estrogen dan progesteron menurun maka menyebabkan cairan pelumas berkurang, akibatnya sensivitas klitoris terhadap rangsangan menurun dan vagina kering sehingga timbul rasa nyeri Ketika berhubungan seksual. Hal inilah yang menyebabkan wanita enggan untuk melakukan hubungan seksual.

  1. Gangguan tidur

Terjadi  salah satu perubahan fisik saat menopause yaitu hot flushes (semburan rasa panas yang dirasakan sluruh tubuh) sehingga membuat tubuh merasa tidak nyaman. Hal tersebut membuat wanita saat tidur di malam hari mudah terbangun dan susah tidur kembali.

  1. Masalah saluran kemih

Terjadinya inkonsistensia urine yaitu sulit menahan BAK (Buang Air Kecil), sulit atau bahkan nyeri BAK.

  1. Perubahan Fisik lainnya

Akan terjadi perubahan berat badan yang nampak gemuk  karena berkurangnya massa otot, sering nyeri kepala, kulit menjadi kering dan keriput, rambut rontok, sendi dan otot pegal, tulang lebih rapuh, denyut jantung cepat dan tidak teratur.

 

Perubahan-perubahan yang terjadi seperti yang dipaparkan tersebut diatas membuat cara pandang wanita terhadap tubuhnya menjadi negatif, sehingga muncul perasaan khawatir dan cemas, terutama terhadap suami. Takut bila suami tidak tertarik lagi kepadanya atau bahkan takut suami berpaling ke wanita lain. Hal ini menyebabkan wanita merasa harga dirinya rendah dan kurang percaya diri, baik kepada pasangan ataupun lingkungan sekitar. Akibatnya ia cenderung suka menyendiri, membatasi diri dalam pergaulan atau bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.

Dampak psikologis lainnya ialah labilitas emosi, mood swing, merasa tidak berdaya karena tidak selincah dan sehebat dulu, konsentrasi berkurang, mudah lupa, sulit mengambil keputusan, mudah curiga dan perasaan lebih peka.

Mengapa wanita menopause mengalami masalah psikologis tersebut diatas? Lagi-lagi karena berkurangnya hormon estrogen yang fungsinya untuk mengendalikan produksi serotonin tubuh. Sedangkan serotonin adalah bahan kimia yang yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Oleh karena itu perlu usaha untuk menyeimbangkan hormon tersebut guna mengatur perubahan suasana hati. Bagaimana caranya? Simak kiat berikut ini:

  1. Perhatikan asupan makanan

Disarankan konsumsi makanan tinggi vitamin D, kalsium dan zat besi. Selain menyeimbangkan hormon, juga bisa untuk menjaga tulang kuat lebih lama. Makanan tersebut contohnya : ikan laut, telur, daging merah, brokoli, bayam, susu sapi, susu kambing, ikan teri, jamur tiram, jeruk, pisang,apel.

  1. Tetap rutin berolahraga

Rutin berolahraga  dapat merangsang produksi hormon endorphin yang meningkatkan suasana hati. Rutin berolahraga juga dapat meningkatkan kinerja jantung. Olahraga tersebut dapat berupa jogging, jalan kaki, pilates, yoga ataupun senam jantung sehat.

  1. Melakukan kegemaran / hobby atau kegiatan yang bermanfaat

Lakukanlah hobby yang disukai agar dapat membangun emosi yang positif seperti rasa gembira, bahagia, meningkatkan kesabaran, ketenangan hati dan terpenting memperbanyak rasa syukur.

  1. Tetaplah bersosialisasi

Usahakan tidak berdiam diri dan mengurung diri di rumah, namun perlu keluar rumah untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Lebih baik lagi bila melakukan kegiatan perkumpulan dengan usia sebaya, selain supaya tidak jenuh juga dapat membuka diri dan saling berbagi pengalaman untuk mendapatkan informasi dan hal baru yang positif. Hal tersebut akan membuat wanita merasa tidak kesepian sehingga muncul rasa percaya diri dan tidak merasa sendiri mengalami perubahan yang terjadi.

 

Selain kiat tersebut diatas ada satu hal yang terpenting, yaitu support system terutama dari pasangan. Dukungan suami sangatlah penting agar seorang isteri merasa dirinya tetap dicintai dan berharga di mata suami. Perlu adanya komunikasi yang baik mengenai perubahan-perubahan, baik fisik maupun psikis menjelang dan saat menopause sehingga suami mengerti dan memahami apa yang terjadi dengan diri isterinya. Memberikan perhatian dan dukungan penuh menjalani masa-masa tersebut. sehingga isteri memiliki emosi yang positif dan menjalani aktivitasnya dalam kondisi sehat fisik dan mental.

Satu hal yang perlu diingat bahwa menopause adalah proses alami yang tidak bisa dihindari sehingga semua wanita akan mengalaminya, sehingga tidak alasan untuk kita sebagai wanita merasa takut, minder atau bahkan cemas menghadapi masa menopause. Tetap harus semangat dan terus berfikir positif. Justru kita harus mengapresiasi diri kita sendiri dengan mengucapkan terimakasih untuk diri sendiri karena sudah mampu bertahan sampai sejauh ini dan akan tetap bertahan serta bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Kalahkan pikiran negatif dan mulai merawat serta memberikan perhatian yang layak untuk diri sendiri. Bersyukur dalam banyak hal akan membuat kita bahagia menjalani hidup. Tetap positif dan semangat.

 

Salam sehat jiwa

Penulis,

Theresia Asri Luberingsih, S.Psi, Psikolog

Psikolog klinis Amino hospital

Share

Humas RSJD Dr. Amino Gondohutomo

Selamat datang di website RSJD dr. Amino Gondohutomo, Kami siap membantu Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 + 1 =