PENYEBAB, GEJALA, SERTA CARA MENCEGAH HIPEREMESIS GRAVIDARUM (MUAL DAN MUNTAH BERLEBIH PADA IBU HAMIL)

PENYEBAB, GEJALA, SERTA CARA MENCEGAH HIPEREMESIS GRAVIDARUM (MUAL DAN MUNTAH BERLEBIH PADA IBU HAMIL)

Menurut WHO (World Health Organization) dari seluruh jumlah kehamilan di dunia, 12,5% diantaranya mengalami kejadian hiperemesis gravidarum. Tingginya angka kejadian hiperemesis gravidarum di dunia berdampak pada peningkatan AKI (Angka Kematian Ibu) . Lalu, apa yang dimaksud dengan hiperemesis gravidarum? Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil serta mengganggu aktifitas sehari-hari karena keadaan umum pasien yang memburuk akibat dehidrasi. Penelitian yang sudah ada memperkirakan bahwa mual dan muntah terjadi pada 50-90% kehamilan. Mual dan muntah terjadi pada 60-80% pada wanita dengan masa kehamilan pertama dan 40-60% pada wanita dengan kehamilan lebih dari 1 kali. Gejala ini biasanya mulai dirasakan pada 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.

PENYEBAB

Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tetapi kondisi ini sering kali dikaitkan dengan tingginya kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta (ari – ari) sejak trimester pertama kehamilan dan kadarnya terus meningkat sepanjang masa kehamilan.

Beberapa kondisi yang bisa membuat ibu hamil beresiko mengalami hiperemesis gravidarum, adalah obesitas, mengandung anak kembar, baru pertama kali mengandung, memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami hiperemesis gravidarum, mempunyai riwayat hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya, atau mengalami hamil anggur.

GEJALA

Gejala utama dari hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah saat hamil yang dapat terjadi hingga lebih dari 3-4 kali sehari. Kondisi ini bisa mengakibatkan hilang nafsu makan dan turunnya berat badan. Muntah yang berlebihan juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pusing, lemas, dan dehidrasi.

Gejala lain yang dapat dialami oleh ibu hamil pada kondisi hiperemesis gravidarum yaitu sakit kepala, sangat sensitif terhadap bau, produksi air liur berlebihan, konstipasi ataupun jantung berdebar. Gejala ini biasanya muncul di usia kehamilan 4-6 minggu dan mulai mereda pada usia kehamilan 14-20 minggu.

CARA MENCEGAH

Belum diketahui secara pasti bagaimana cara untuk mencegah hiperemesis gravidarum. Akan tetapi, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan mual dan muntah pada ibu hamil sehingga tidak berkembang menjadi hiperemesis gravidarum yaitu dengan mencukupi waktu istirahat untuk meredakan stress dan menghilangkan lelah, memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, mengonsumsi makanan tinggi protein, rendah lemak, dan bertekstur halus agar mudah ditelan dan dicerna, mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering, serta menghindari makanan berminyak, pedas, atau berbau tajam yang dapat memicu rasa mual, mengonsumsi suplemen kehamilan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan zat besi selama hamil. Jika sudah melakukan beberapa metode pencegahan diatas tetapi masih bergejala dan semakin memberat maka segera berobat dan ksontrol kembali dengan dokter kandungan.

Share

Humas RSJD Dr. Amino Gondohutomo

Selamat datang di website RSJD dr. Amino Gondohutomo, Kami siap membantu Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

48 + = 55

WordPress Video Lightbox Plugin