LAYANAN TERAPI WICARA

LAYANAN TERAPI WICARA

Apa Itu Terapi Wicara?

Terapi wicara adalah pendekatan terapeutik yang dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan dalam berbicara, terutama pada anak-anak. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan kemampuan ekspresi bahasa pada anak-anak. Selain fokus pada bahasa lisan, terapi ini juga melibatkan pelatihan dalam bahasa nonverbal.

Terapi wicara memiliki dua aspek utama yang ditekankan guna mencapai hasil yang optimal. Pertama, terapi ini berfokus pada optimalisasi koordinasi mulut agar dapat menghasilkan suara yang membentuk kata-kata.

Pelatihan dalam hal ini memiliki peran penting karena bertujuan untuk memungkinkan pasien mengeluarkan kalimat yang lancar dan artikulasi yang jelas. Aspek kedua adalah pengembangan pemahaman berbahasa dan usaha dalam mengekspresikan bahasa.

 

Bagaimana Manfaat dan Kondisi yang Dapat Diatasi dengan Terapi Wicara ?

Terapi wicara dapat bermanfaat bagi siapa saja yang mengalami gangguan komunikasi, seperti :

  1. Afasia

Afasia adalah gangguan komunikasi yang disebabkan oleh kerusakan pada area otak yang mengendalikan bahasa. Penderita afasia mungkin mengalami kesulitan membaca, menulis, berbicara, dan memahami bahasa. Terapi wicara membantu penderita afasia memulihkan kemampuan berkomunikasi mereka dengan melibatkan latihan berbicara, memahami bahasa, dan memperluas kosa kata mereka.

  1. Apraksia

Apraksia adalah gangguan motorik yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengoordinasikan gerakan bicara. Pada dasarnya, penderita apraksia tahu apa yang ingin mereka katakan, tetapi kesulitan membentuk kata-kata. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, menelan, dan keterampilan motorik lainnya. Terapi wicara dapat membantu penderita apraksia meningkatkan kontrol motoriknya dan mengembangkan kembali kemampuan berbicaranya.

  1. Gangguan Artikulasi

Gangguan artikulasi adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengucapkan suara dan suku kata dengan benar. Terapi wicara dapat membantu pasien yang mengalami masalah ini dengan melatih gerakan-gerakan mulut dan lidah yang dibutuhkan untuk pengucapan yang jelas.

  1. Gangguan Komunikasi Kognitif

Gangguan komunikasi kognitif dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti penyakit Alzheimer, cedera otak traumatis, atau gangguan kognitif lainnya. Terapi wicara dapat membantu pasien dengan gangguan komunikasi kognitif untuk mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan meningkatkan pemahaman mereka.

  1. Disartria

Penderita disartria biasanya mengalami kemampuan bicara yang lambat atau tidak jelas. Hal ini terjadi ketika otot-otot yang mengontrol ucapan menjadi lemah. Penyebab umumnya termasuk stroke, multiple sclerosis (MS), amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau gangguan sistem saraf lainnya. Terapi wicara dapat membantu pasien dengan disartria meningkatkan kejelasan dan kefasihan bicara mereka.

  1. Gangguan Bahasa Ekspresif

Orang dengan gangguan ekspresif umumnya mengalami kesulitan mengeluarkan kata-kata atau menyampaikan pikirannya. Terapi wicara membantu mereka mengembangkan kemampuan berbicara dan mengekspresikan pemikiran maupun perasaannya.

  1. Gangguan Kefasihan

Gangguan kefasihan dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam berbicara lancar dan mengalami gangguan kecepatan saat berbicara, salah satunya yaitu gagap. Terapi wicara dapat membantu mengatasi hambatan ini dengan melibatkan latihan kefasihan, pernapasan yang tepat, dan teknik-relaksasi yang relevan.

  1. Gangguan Bahasa Reseptif

Orang dengan gangguan reseptif mengalami kesulitan memahami atau memproses apa yang dikatakan orang lain. Hal ini terjadi karena penderitanya hanya memiliki kosakata yang terbatas hingga kesulitan mengikuti arahan.

Terapi wicara membantu seseorang yang mengalami masalah ini untuk mengembangkan keterampilan pemahaman mereka, termasuk memahami instruksi, pertanyaan, atau komunikasi dari orang lain.

  1. Gangguan Resonansi

Gangguan resonansi adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi rongga mulut atau hidung. Langit-langit mulut sumbing, pembengkakan amandel, dan kondisi lain yang memengaruhi struktur mulut dan hidung dapat menyebabkan gangguan resonansi. Terapi wicara dapat membantu anak mengontrol resonansi suara mereka dan memastikan bahwa mereka dapat berbicara dengan lebih jelas.

  1. Gangguan makan

Terapi makan dilakukan untuk anak-anak dengan gangguan makan seperti picky eater, susah makan, menolak makan atau gangguan makan lainnya.

Share

Humas RSJD Dr. Amino Gondohutomo

Selamat datang di website RSJD dr. Amino Gondohutomo, Kami siap membantu Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 1 =

WordPress Video Lightbox Plugin