AUDIO VISUAL DAPAT MENGURANGI KECEMASAN SAAT OPERASI SECTIO CESARIA

AUDIO VISUAL DAPAT MENGURANGI KECEMASAN SAAT OPERASI SECTIO CESARIA

Persalinan melalui sectio caesaria terus mengalami peningkatan sebagai akibat dari kecanggihan teknologi kedokteran saat ini. Berdasarkan data WHO pada tahun 2018 jumlah persalinan melalui section caesaria mencapai 46,2%, sementara berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2015 di Indonesia persalinan melalui section caesaria mencapai 9,8% dimana jumlah persalinan sectio caesaria di wilayah perkotaan memiliki persentase lebih tinggi yaitu mencapai 13,8%.(Sihombing et al., 2017) Tindakan operasi sectio caesarea merupakan salah satu bentuk intervensi medis terencana yang biasanya berlangsung lama, memerlukan pengendalian pernafasan, sehingga sangat beresiko terhadap keselamatan jiwa seseorang dan dapat menyebabkan pasien mengalami kecemasan. Tindakan operasi sectio caesarea dapat menimbulkan respon fisiologi dan psikologi pada pasien.(Kurniasari, 2016)

Respon psikologis adalah suatu keadaan dimana seseorang akan mengeluarkan respon secara langsung melalui mimik muka atau raut wajah saat akan menghadapi aktifitas yang belum dia ketahui, sehingga pasien harus menyiapkan psikologisnya terlebih dahulu.(Kurniasari, 2016) Kesiapan psikologis sendiri adalah titik kematangan pada individu untuk dapat menerima dan mempraktekkan tingkah laku tertentu atau suatu keadaan dimana seseorang harus menyiapkan dirinya untuk menghadapi aktifitas di lingkungannya.(Fajri, 2014) Respon psikologi yang biasanya terjadi pada pasien pre operasi yaitu ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan.(Kurniasari, 2016)

Kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran itu akan semakin kelihatan pada ibu yang menghadapi persalinan pertama secara section caesaria. Kondisi prikologis ini memerlukan persiapan mental yang baik sehingga kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan ini dapat diminimalisir karena dengan kecemasan yang terlalu tinggi seperti ini dapat mengganggu proses persalinan melalui operasi sectio caesaria. Selama proses persalinan melalui sectio caesaria ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu yang menjalani persalinan pertama kali, maka perawat memiliki peranan yang penting dalam membantu ibu bersalin yang akan menjalani sectio caesaria untuk menurunkan ketegangan dan kecemasan sehingga operasi diharapkan dapat berjalan secara baik.

Hasil penelitian yang dilakukan Rahayu, et al menemukan bahwa rata-rata kecemasan responden pre operasi sectio caesaria masuk dalam kategori kecemasan sedang. Kecemasan dapat timbul secara otomatis akibat dari stimulus internal dan eksternal yang berlebihan. Akibat stimulus (internal dan eksternal) yang berlebihan sehingga melampaui kemampuan untuk menanganinya.(Rahayu et al., 2014) Penelitian tentang kecemasan menjelang persalianan juga dilakukan oleh Heriani yang menemukan bahwa sebagian besar responden ditemukan mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan, yaitu sebanyak 53,3%.(Heriani, 2016)

Kecemasan bukanlah suatu penyakit melainkan suatu gejala. Kebanyakan orang mengalami kecemasan pada waktu tertentu dalam kehidupannya. Biasanya, kecemasan muncul sebagai reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan, dan karena itu berlangsung sebentar  saja (Ramaiah, 2010).

Kecemasan juga diartikan sebagai respon emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya (Suliswati, 2010). Kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidaktentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart, 2010).

Kecemasan saat intra sectio caesaria bisa disebabkan karena adanya rasa ancaman karena tindakan pembedahan. Pasien yang cemas ini mengalami rasa ketakutan atau perasaan yang tidak tenang seperti takut akan hal yang tidak diketahui, misalnya terhadap pembedahan, anestesi, nyeri, atau bisa juga ketakutan akan konsep diri dan bahkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis (Arif & Sari, 2015).

Kecemasan merupakan stressor yang akan mempengaruhi sistem limbik sebagai pusat pengatur emosi yang terjadi melalui serangkaian yang diperantai oleh HPA-axis. Stres akan merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi carticoropin releasing hormone (CRF) yang selanjutnya akan merangsang kelenjar pituitari anterior untuk meningkatkan produksi adrenocorticotropin hormone (ACTH). Hormon ini yang akan meningkatkan sekresi kortisol dan aksi katekolamin. Hal ini yang akan merespon adanya stres. Pelepasan hormon tersebut merangsang peningkatan kerja sistem parasimpatis dan simpatis susunan saraf otonom sehingga mempengaruhi kerja metabolik seperti mengeluh sering kencing atau susah kencing, perih di lambung, keirngat dingin, jantung berdebar-debar, hipotensi atau hipertensi, sakit kepala, dan sesak nafas (Smeltzer & Bare, 2014).

Hasil riset menemukan kecemasan pretest pada kelompok audiovisual lagu diperoleh nilai terendah nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 57, rata-rata kecemasan pre test kelompok audiovisual lagu adalah 49,9. Kemudian kecemasan setelah diberikan intervensi atau pos test diperoleh nilai terendah 26 dan nilai tertinggi adalah 40 dengan nilai rata-rata post test sebesar 33,4. Hasil ini sesuai dengan penelitian Gustomi dan Enimarini, yang menemukan ada pengaruh distraksi audio visual terhadap kecemasan pasien pre operasi seksio sesarea (Gustomi & Enimarini, 2017).

Hasil riset terkait kecemasan pre test pada kelompok audiovisual film komedi didapatkan nilai terendah 44 dan tertinggi 57 dengan rata-rata kecemasan sebear 48,7. Kemudian setelah dilakukan intervensi berupa audiovisual film komedi didapatkan nilai terendah sebear 29 dan nilai tertinggi sebesar 40 dengan nilai rata-rata sebesar 34,3.  Hasil ini sesuai dengan penelitian Sarıtaş, et.al. yang menemukan bahwa terjadi penurunan kecemasan setelah dilakukan distraksi audio visual (Sarltaş et al., 2019)

Media audio visual adalah merupakan media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Saat mendapat rangasangan melihat dan mendengar akan menstimulasi hipotalamus, mensekresi CRF dan menginduksi pitiutari serta menghasilkan ACTH dan meningkatkan kelenjar adrenal. Akibat ACTH menghasilkan cortisol dalam jumlah banyak dan mampu mensupresi limfosit T yang mengakibatkan ketahanan tubuh menurun. Hipokampus, amigdala dan septum semuanya terlibat dalam proses ini dengan cara memberi masukan pada hipotalamus. Hubungan semacam ini memungkinkan hipotalamus melakukan respon penyesuaian dengan cara mengubah pelepasan hormon dan melakukan reaksi autodinamik sebagi respon terhadap bahaya mengancam. Neurohormonal yang stabil akan mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga kecemasan berkurang (Gustomi & Enimarini, 2017).

Teknik distraksi Audio Visual dapat mengatasi cemas berdasarkan teori aktivasi retikuler, yaitu menghambat stimulus nyeri ketika menerima masukan sensori yang cukup atau berlebihan, sehingga menyebabkan terhambatnya impuls cemas ke otak (cemas berkurangatau tidak dirasakan). Stimulus sensori yang menyenangkan akan merangsan sekresi endorfin, sehingga stimulus cemas yang dirasakan oleh klien menjadi berkurang. Sedangkan ketika mendapatkan teknik distraksi audio visual yaitu pengalihan ke stimulus yang lain, akan mengakibatkan lebih sedikit stimulus cemas yang ditransmisikan ke otak sehingga dapat mempengaruhi respon tubuh seperti : tekanan darah menurun atau kembali normal, nadi dalam batas normal, dan nafas menjadi teratur (Suliswati, 2015).

Upaya untuk mengatasi kecemasan tersebut perlu adanya teknik distraksi khususnya distraksi audio visual. Pemberian video visual dapat menurunkan hormon yang berhubungan dengan cemas, sehingga pasien pre operatif dapat mengurangi rasa cemas dan memperoleh kondisi fisik yang baik menjelang dilakukan pembedahan. Teknik distraksi audio visual berupa pemutaran lagu sudah dilakukan di Instalasi Bedah Sentral RSJD Amino Gondohutomo Jawa Tengah, dan telah berhasil mengurangi kecemasan pada pasien saat intra operasi section caesaria

 

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. (2011). Teknik Prosedural Keperawatan. Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba Medika.

Choiruna, H. P., Erlyani, N., & Agustina, R. (2013). Penayangan Film Kartun Komedi Terhadap Tingkat Kecemasan Sebelum OSCE pada Mahasiswa PSIK FK Unlam. Dunia Keperawatan, 01(01), 1–7. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JDK/article/view/1699

Fajri, F. M. (2014). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keikutsertaan Lembaga Bimbingan Belajar Dengan Kesiapan Psikologis Sebelum Menghadapi Ujian Akhir Nasional Pada Siswa SMP. Artikel. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gunarsa, D. dan Gunarsa, D. (2010). Psikologi Perawatan. Gunung Mulia.

Gustomi, M. P., & Enimarini. (2017). Teknik Distraksi Audio Visual Mengenai Kajian Islam Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Seksio Sesarea. Journals of Ners Community, 53(9), 64–70.

Hawari, D. (2011). Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Heriani, H. (2016). Kecemasan dalam Menjelang Persalinan Ditinjau Dari Paritas, Usia dan Tingkat Pendidikan. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 01–08. https://doi.org/10.30604/jika.v1i2.14

Kurniasari, R. D. (2016). Pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Artikel. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, A., Sukamto, E., & Fitriani, D. R. (2014). Pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesaria. Jurnal Husada Mahakam, 3(7), 350–358.

Ramaiah, S. (2010). Kecemasan : Bagaimana mengatasi penyebabnya. Pustaka Popular Obor.

Salam sehat jiwa

 

Penulis,

Urip Budiarto

Perawat Amino hospital

(DOWNLOAD)

Share

Humas RSJD Dr. Amino Gondohutomo

Selamat datang di website RSJD dr. Amino Gondohutomo, Kami siap membantu Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 5 =

WordPress Video Lightbox Plugin